23May/16

Tips Memilih Daycare

Bagi pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, mengurus anak tentu bukan hal yang mudah. Butuh waktu yang lebih untuk menjaga dan tetap berinteraksi dengan anak. Namun, jika ternyata pekerjaan menuntut waktu dari pagi hingga sore, merawat anak sendiri seperti menjadi hal yang benar-benar tidak dapat dilakukan. Namun, jangan khawatir, kini tersedia layanan daycare atau penitipan anak. Di tempat ini, anak akan bermain bersama teman-teman seusianya dan didampingi oleh pengasuh. Namun yang perlu diperhatikan, memilih daycare tidak boleh sembarangan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih daycare.

Memastikan kualitas pengasuh

Ketika hendak memilih daycare, kita perlu memperhatikan bagaimana para pengasuh berinteraksi dengan anak-anak. Idealnya, pengasuh harus  meluangkan waktu mereka bermain bersama anak-anak. Perlu diketahui, pada tahun-tahun awal, anak membutuhkan kedekatan, kasih sayang, dan hubungan interaktif dengan orang dewasa dalam menunjang tumbuh kembangnya. Inilah mengapa pengasuh harus bersikap hangat dan responsif dalam perawatan anak-anak yang ada di daycare.

Bersikap konsisten

Debra K. Shatoff, seorang terapis keluarga di St. Louis, AS mengungkapkan, bayi membutuhkan sentuhan hangat dan perawatan secara konsisten. Sebuah daycare harus menjamin bayi yang mereka jaga harus selalu didampingi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana latar belakang dan pengalaman para pengasuh. Begitupun dengan intensitas interaksi dan perlakukan terhadap anak.

Ketahui pola asuh yang diterapkan

Kita perlu mengetahui prinsip dan pola pengasuhan yang ada di daycare. Pola asuh yang dimaksud adalah seperti bagaimana kedisiplinan diterapkan, makanan apa yang disediakan untuk anak, berapa lama waktu tidur siang yang diluangkan, dan bagaimana tindakan yang diberikan jika anak tiba-tiba sakit. Juga menanyakan bagaimana jika pengasuh tidak dapat bekerja. Semakin banyak pertanyaan yang diajukan maka akan semakin menimalisir kekhawatiran terhadap anak.

Periksa tempat daycare secara langsung

Ketimbang hanya mendengarkan atau melihat preferensi di internet, kita lebih baik langsung mengunjungi daycare tersebut. Kita bisa menilai apakah fasilitas yang disediakan sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Kita bisa memastikan lingkungan bermain anak bersih dan didukung dengan berbagai buku dan mainan yang cocok dengan karakter mereka. Kunjungan ini akan mengonfirmasi berbagai informasi yang diperoleh dari internet dan rekomendasi teman.

Pemilihan lokasi

Lokasi akan menentukan keamanan anak. Lebih baik memilih daycare jakarta yang berada di pinggir jalan. Jika memang berada di gedung perkantoran atau apartemen maka sebaiknya memilih yang berada di lantai dasar. Selain itu, kita juga harus memilih daycare yang letaknya tidak jauh dari klinik atau rumah sakit. Hal ini untuk mengantisipasi jika anak tiba-tiba sakit. Namun, perlu diketahui beberapa daycare kini telah menyediakan dokter anak yang siaga selama anak-anak berada di sana. Bahkan biasanya juga didampingi psikolog yang akan memantau perkembangan emosi anak.

Memberitahukan kondisi anak

Jika anak kita belum mampu berbicara, maka kita perlu memberitahukan kondisi anak. Hal ini sangat penting mengingat pengasuh merupakan orang yang akan menghabiskan banyak waktu bersama anak. Kita perlu memberitahukan bagaimana si kecil tidur, sarapannya apa, begitupun jika ia sedang tumbuh gigi. Mengkomunikasikan hal ini selalu menjadi cara yang tepat untuk memastikan anak mendapatkan perlakuan yang tepat. Kita dapat berbicara dengan pengasuh secara pribadi.
Bersikap terbuka

Berbeda pendapat dengan pengasuh adalah hal yang tak terelakkan. Bisa saja soal mengatur jam kerja bayi. Namun, apapun permasalahan yang dihadapi, kita perlu mengkomunikasikannya dengan pengasuh. Hal ini diungkapkan oleh Deborah Borchers, MD, seorang dokter anak di Cincinnati, AS. Sebagai orangtua, jangan sampai kita mengabaikan friksi yang muncul. Beberapa masalah dapat diselesaikan dengan cepat. Jika memang terkesan serius, maka kita bisa berdiskusi. Perlu diperhatikan, kita juga perlu  memperlakukan pengasuh secara hormat.

23May/16

KINDERGARTEN JAKARTA

Memilih sebuah kindergarten (Taman Kanak-kanak/TK) untuk anak menjadi salah satu keputusan yang paling sulit bagi orangtua. Hal ini disebabkan karena kindergarten merupakan pengenalan pertama anak terhadap lingkungan akademik. Jika kita memilih kindergarten dengan kualitas yang baik, maka anak tentu akan merasa senang dan menikmati aktivitasnya. Namun, ketika kita salah memilih kindergarten, maka anak bisa saja merasa tertekan dan bahkan tidak ingin memulai sekolahnya.

Pertanyaan untuk orangtua

Nah, bagi para orangtua, sebelum memasukkan anak ke kindergarten, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Pernyataan tersebut adalah:

Apakah anak kita sudah siap memasuki kindergarten?

Pertanyaan ini tentunya berkaitan dengan seberapa siap anak kita secara mental dan fisik untuk memulai hari-hari mereka bersama teman bermainnya di kindergarten.

Apakah kindergarten memenuhi kebutuhan anak?

Pertanyaan ini berhubungan dengan jarak sekolah dan rumah, metode pengajaran, fasilitas sekolah hingga pelajaran yang diajarkan. Sebagai orangtua kita perlu memastikan hal-hal tersebut.

Full-day atau half-day?

Kita juga harus tahu waktu belajar anak, apakah hanya hari Senin dan Rabu, Selasa dan Kamis, atau mungkin masuk sekolah dari Senin hingga Jumat.

Apakah kita senang dengan para pengajarnya?

Kita juga perlu memastikan bahwa pengajar yang ada di kindergarten adalah orang tepat dan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak nantinya.

Tips memilih kindergarten

Nah setelah menjawab pertanyaan tersebut, kita juga perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum memilih kindergarten untuk anak.

Gunakan Internet untuk melakukan survei

Kita perlu mengunjungi website dan panduan yang diperuntukkan untuk orangtua. Pastikan bahwa konten website adalah yang terbaru. Jika websitenya tidak up-to-date, itu mungkin dapat menjadi indikator bahwa sekolah tersebut tidak akan memberikan perhatian kepada anak nantinya.

Pertimbangkan akses menuju kindergarten

Perlu diingat, nantinya anak akan berangkat ke sekolah setiap hari. Jika ternyata jarak kindergarten jauh dan membuat tidak nyaman, maka hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Perhatikan siswa dan gurunya

Umumnya, kindergarten yang baik adalah yang memiliki pengajar, staf dan siswa yang energik dan antusias. Jika suasana di sekolah tersebut ceria, maka ini dapat menjadi tanda yang baik. Namun, jika sebaliknya, maka lebih baik mencari kindergarten yang lain.

Perhatikan kurikulum sekolah

Ini berhubungan dengan pilihan yang akan mendorong anak bermain sambil belajar dengan metode yang ada di sekolah. Perlu dipastikan sekolah memiliki kurikulum yang membuat siswa dapat berekspresi dan melakukan sejumlah aktivitas seperti membaca, melukis, bermain puzzle dan lain sebagainya agar kemampuan mereka dapat meningkat.

Perhatikan dinding kelas

Hasil karya gambar dan tulisan para siswa harus ditampilkan. Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya mereka. Kindergarten yang baik selalu melakukan hal ini.

Pahami pendekatan sekolah

Anak nantinya akan belajar bersama dengan anak-anak lainnya yang memiliki karakter yang berbeda. Kita harus memastikan bahwa pengajar mampu mengakomodasi kebutuhan anak. Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui pelajaran apa yang diajarkan setiap hari kepada anak.

Diskusi dengan orangtua lulusan kindergarten tersebut

Kita bisa bertanya pada orangtua lulusan kindergarten tersebut mengenai seberapa puas mereka dengan metode pengajaran yang diberikan. Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Setidaknya, kita akan mendapatkan gambaran mengenai sekolah tersebut.

Pahami kebijakan sekolah

Kita perlu mengetahui bagaimana sekolah menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul. Ini terutama berkaitan dengan bullying atau diskriminasi terhadap seorang anak. Meski beberapa sekolah telah memiliki aturan terkait ini, namun kita tidak perlu malu untuk menanyakan beberapa pertanyaan prediktif. Dengan begitu, maka kita bisa memastikan anak akan aman selama berada di kindergarten.

23May/16

PRESCHOOL JAKARTA KEMBANGKAN POTENSI ANAK

Sejak dini, orangtua perlu mengenali dan mengembangkan potensi anaknya. Ini terutama ketika sang anak akan memasuki jenjang pendidikan formal. Dengan begitu, maka orangtua dapat mengarahkan anaknya untuk fokus dan memaksimalkan bakatnya. Namun, jika merasa sulit, maka orangtua dapat menggunakan jasa preschool atau pra sekolah. Di sini, anak tidak hanya akan mendapatkan bimbingan untuk belajar akademik tetapi juga kemampuan sosial yang akan meningkatkan potensinya. Nah ada beberapa alasan mengapa anak perlu mengikuti preschool.

Preschool dapat menunjang tumbuh kembang anak

Bagi banyak anak, preschool adalah pengalaman pertama mereka dalam berinteraksi dengan seorang guru dan kelompok anak seusianya. Ini tentu saja akan menjadi kesempatan untuk belajar berbagi, bermain bersama, dan yang paling penting, mulai mengenal sistem pembelajaran sebelum memasuki jenjang yang formal.

Preschool mempersiapkan anak-anak untuk Taman Kanak-kanak (TK)

Seperti diketahui, TK merupakan jenjang pendidikan yang cukup akademis. Oleh karena itu, banyak orangtua menjadikan preschool sebagai persiapan anak agar nantinya bisa beradaptasi dengan baik. Di preschool, anak tidak hanya akan diajarkan materi akademis berupa perhitungan matematika, tetapi juga akan memainkan sejumlah permainan edukatif. Dengan begitu, maka orangtua tidak perlu khawatir buah hatinya hanya terfokus pada pelajaran kelas.

Preschool mendorong pengembangan kemampuan sosial dan emosional anak

Ketika berada di preschool, anak akan menghabiskan sebagian waktunya tidak bersama orangtua. Dengan begitu, maka akan terbangun hubungan saling percaya antara anak dengan orang-orang di luar lingkungan keluarga. Perlu diketahui anak-anak akan berkembang dengan baik jika ada konsistensi dalam interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain, anak-anak belajar keterampilan sosial dan pengendalian diri emosional mereka di preschool. Anak-anak belajar untuk mengelola rasa frustrasi mereka. Para guru akan membiarkan anak memiliki waktunya sendiri dan tahu kapan harus turun tangan.

Lingkungan preschool yang mendukung

Lingkungan preschool yang sangat terstruktur akan membantu anak belajar dan berinteraksi dengan baik bersama orang-orang di sekitarnya. Ini terlihat dari ruang kelas dan alat peraga yang mendorong interaksi sosial, dan meminimalisir terjadinya konflik. Oleh karena itu orang tua perlu memastikan kualitas preschool anaknya.

Anak didorong membuat pilihan

Di preschool, anak-anak memiliki beberapa pilihan kegiatan. Mereka dapat menentukannya sendiri sesuai dengan ketertarikan. Untuk anak-anak yang bingung dengan pilihannya, maka guru akan membimbing dan menyesuaikan kemampuan dan pilihannya. Nantinya guru akan memantau peran anak dalam kelompoknya dan memberikan saran ketika menemui kendala.

Anak-anak belajar mandiri

Rasa percaya diri anak-anak akan tumbuh ketika mereka mampu mengurus diri mereka sendiri. Di preschool, para guru mendorong anak-anak untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri. Misalnya, guru menawarkan siswanya untuk membantu dalam aktivitas kelas, mencuci tangan mereka sebelum makan, menyimpan barang-barang pribadi dalam laci, dan membereskan mainan sebelum beralih ke aktivitas baru. Guru juga mendorong anak untuk memberikan bantuan kepada rekannya. Misalnya, meminta seorang anak menuangkan air untuk membantu anak lainnya yang masih dalam proses sedang belajar.

Preschool meningkatkan kemampuan bahasa

Di preschool, anak akan berada dalam lingkungan yang kaya bahasa. Seperti dikutip dari greatschools.org, di usia antara tiga hingga lima tahun, kosakata anak dapat meningkat dari 900 ke 2.500 kata. Kalimat yang dibuatnya pun akan lebih panjang dan kompleks. Dengan melakukan percakapan dan tanpa mendominasi diskusi, guru membantu anak-anak memperkaya kemampuan bahasa mereka dengan mengajukan pertanyaan dan mengenalkan kosakata baru. Anak-anak kemudian memiliki banyak kesempatan untuk bernyanyi, berbicara tentang kegiatan favorit  mereka dan bercerita di depan kelas.

Membina rasa ingin tahu anak

Dalam kelas, guru akan mengamati, mengajukan pertanyaan dan mendengarkan ide-ide siswanya. Tidak jarang para guru membuat sebuah kegiatan berdasarkan ketertarikan dan rasa ingin tahu anak. Misalnya beraktivitas di luar ruangan untuk menemukan anak siput seperti yang disukai oleh banyak anak. Dengan begitu, maka anak akan lebih memahami lingkungan di sekitarnya.

Preschool membantu mengembangkan keterampilan motorik anak

Dengan fisik yang baik, maka anak dapat mengeksplor lingkungannya dengan optimal. Berbagai kegiatan program dalam preschool memungkinkan anak-anak berolahrga dan bermain game yang aktif seperti merangkai manik-manik dan memotong kertas. Kegiatan ini tentu saja membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak.