Tempat Penitipan Anak Bekasi

Tempat Penitipan Anak Bekasi – Tempat penitipan anak dengan aktifitas yang menstimulasi perkembangan sensorik, psikomotorik dan kognitif pada anak agar masa emas anak teroptimalkan.┬áDaycare atau tempat penitipan anak merupakan salah satu sarana yang membantu dalam pengasuhan dan pendidikan anak dengan pola yang menggabungkan antara pengembangan bahasa anak, pengembangan jiwa sosial dan psikomotorik, kemandirian dan keterampilan dalam suasana yang ceria.

Untuk anda yang sedang mencari tempat penitipan anak bekasi dan sekitarnya dapat menghubungi kontak di bawah ini :

NTO Pondok Gede, Ruko Plaza Pondok Gede Blok F No.10-11, Jl. Raya Pondok Gede Bekasi – Jawa Barat 17411

Dan berikut adalah beberapa tips kiat efektif membesarkan anak bagi ibu bekerja.

Ibu Bekerja Harus Pintar Mencuri Waktu

Misalnya apabila sempat mengantarkan anak ke sekolah sebelum kita berangkat ke kantor, manfaatkan waktu selama di perjalanan. Disitu kita bisa mengobrol banyak hal dengan anak.

Aku pribadi nggak akan pernah sempat untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah sebelum aku berangkat ke kentor. Jadi aku manfaatkan waktu di pagi hari ketika aku sedang mempersiapkan diri di depan meja rias. Aku sempatkan untuk mengobrol sambil berdandan.

Jika Memungkinkan, Carilah Tempat Kerja yang Ramah Keluarga

Ramah keluarga disini adalah tempat kerja yang memikirkan keadaan keluarga, contohnya : jam kerja yang fleksibel bagi orang tua bekerja khususnya perempuan, memberikan cuti hamil yang ideal, adanya tempat penitipan anak di tempat kerja, dan tidak banyak perjalanan bisnis keluar kota/ negeri.

Untuk aku, jam kerja fleksibel tentu nggak aku dapatkan. Cuti hamil alhamdulillah semua perempuan di tempat aku bekerja memiliki hak cuti bersalin selama 3 bulan. Dan sepertinya hal ini sudah menjadi hal umum di beberapa instansi. Right?? Nahh tempat penitipan anak di tempat kerja bisa jadi solusi yang lumayan menguntungkan nih. Karena dengan begitu, kita bisa terus memantau kegiatan anak. Biasanya kita diberi akses memantau cctv yang bisa dihubungkan langsung dengan komputer yang kita gunakan di kantor. Atau pas jam istirahat makan siang, kita bisa mengunjungi anak-anak di tempat penitipan. Baca Juga : Daycare Jakarta

Jadikan Waktu dengan Anak Sebagai Pertemuan yang Berkualitas

Oke, untuk ibu bekerja yang waktunya hampir habis di kantor dan jalan, waktu kebersamaan dengan anak sudah pasti sangat singkat. Untuk itu berusahalah agar tidak membuang sia-sia kesempatan untuk berinteraksi dengan anak, sesingkat apapun itu. Misal : menyapanya ketika kita sampai di rumah, menanyakan kejadian atau pengalaman yang dialami selama kita tinggal, menjadi pendengar yang baik, berikan sentuhan fisik kepada anak seperti mengelus kepalanya, dan sisihkan waktu untuk membimbingnya belajar.

Pengalaman aku, semua hal itu nggak bisa semuanya di lakukan setiap hari. Karena beberapa waktu, anak-anak sudah tertidur ketika aku sampai rumah *sedih*. Tapi jika anak-anak masin “ON” ketika aku sampai rumah, aku pasti langsung melaksanakan hal-hal tadi. Biasanya aku pending mandi dan bersih-bersih badan ketika sampai di rumah. Setelah tugas sekolah selesai, setelah sedikit mengulang pelajaran sekolah selesai, ketika mereka sudah selesai bercerita, aku baru mulai mandi dan bersih-bersih badan dan kemudian ngelonin mereka tidur.

Oya, tips yang juga diberikan oleh Bu Novita adalah berikan waktu khusus untuk masing-masing anak. Kalau biasanya di weekend kita selalu pergi berempat (2 anak, kita dan suami), usahakan untuk pergi berdua saja dengan satu anak. Sehingga anak merasa dihargai dan disitu bisa dijadikan sesi curhat. Perginya juga nggak usah jauh-jauh. Disekitar rumah juga kan pasti banyak mall atau tempat hang out seru kaaan.

Kebayang kan kalau kita pergi berempat, pikiran dan fisik kita pasti terbagi-bagi dengan banyak hal. Entah anak yang satu berulah lah, atau apa lah. Jadi kita nggak bisa fokus dengan satu anak. Lain halnya jika kita bisa pergi berdua. Semua pikiran dan fisik kita 100% tercurah sama satu anak. Waktu weekend bisa dibagi dua, pagi-siang hang out dengan anak pertama, siang-sore hangout dengan anak kedua.

Jalin Komunikasi Yang Baik Dengan Yang Mengurus Anak Kita

Saat bekerja, biasanya kita menitipkan anak kita dengan pengasuh atau nenek. Komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kasih sayang sang pengasuh terhadap anak.

Selain Komunikasi Dengan Pengasuh, Tetap Melakukan Pengasuhan Anak Itu Perlu

Penilitian menunjukkan bahwa anak yang bermasalah mayoritas berasal dari keluarga yang kurang mengawasi anaknya. Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dimana anaknya, sedang bersama siapa dan berbuat apa.

Karir Perlu, Tapi Keluarga Juga Penting. Jadi Tentukan Prioritas

Sebagai wanita karier, kita sudah seharusnya bisa dengan bijak memisahkan mana pekerjaan paling penting untuk segera diselesaikan. Jangan buang-buang waktu. Segera selesaikan, dan bila ada waktu sisa, maksimalkan untuk keluarga.

Belajar Berkata Tidak, Waktu Lebih Untuk Keluarga Itu Penting

Sering kan tuh ya setelah jam kantor, tawaran untuk hang out dari teman-teman banyak berdatangan. Cobalah berkata tidak untuk ajakan-ajakan tersebut, dan pilihlah waktu lebih untuk keluarga.

Walau Bekerja, Janganlah Menggunakan Uang Sebagai Pengganti Waktu Ataupun Kasih Sayang Kita

Kadang terbersit rasa bersalah akan waktu yang kita habiskan untuk bekerja dan berusaha membayarnya dengan materi. Misal : Anak merengek minta dibelikan mainan yang harganya lumayan mahal, dan kita langsung membelikannya dengan dalih “Kan kita kerja untuk anak. Masa cuma beli mainan aja nggak dibeliin”. Sebisa mungkin jauhkan pikiran kita dari hal seperti itu. Bekali anak dengan pemikiran sesuatu yang diperoleh melalui bekerja akan terasa lebih bernilai. Bekerja disini bisa saja hanya hal-hal sepele bagi kita. Misal : selama seminggu anak bisa mandi dan berpakaian sendiri tanpa bantuan pengasuh, atau selama seminggu anak bisa membereskan mainannya setelah mereka selesai bermain. Setelah mereka bisa “bekerja” sesuai dengan kesepakatan awal antara kita dengan anak, barulah anak bisa mendapatkan reward (misal dibelikan mainan).

Sebelum Berangkat Kerja, Persiapkan Segala Sesuatunya

Sebagai ibu bekerja, setiap pagi rasanya bumi gonjang ganjing, karena banyak hal yang harus disiapkan sebelum berangkat ke kantor. Sebisa mungkin siapkan segala sesuatunya dengan menyicil dari malam hari. Sehingga ketika pagi datang, nggak terlalu gonjang ganjing.

Lebih Menghemat Waktu Dalam Urusan Menyiapkan Makanan Untuk Keluarga

Jika memiliki asisten rumah tangga yang jago masak, sepertinya hal ini tidak lagi menjadi isu. Lain halnya jika kita tidak bisa mengandalkan asisten untuk urusan masak. Trik yang biasa aku lakukan, membuat menu selama satu minggu dan belanja sekaligus untuk satu minggu. Jadi ketika harus masak di pagi hari, nggak perlu mikirin lagi harus masak apa. Dan bahan-bahan yang akan diolah, sudah di cuci dan di potong oleh asisten rumah tangga. Aku biasa masak untuk 2x makan, siang dan sore. Untuk sarapan, biasanya ada bantuan kiriman dari eyang. Hehehe..

Orang Tua Harus Kompak Dalam Mendidik Anak

Mendidik anak bukan hanya tanggung jawa ibu atau ayah, tapi tanggung jawab ibu dan ayah. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak-anaknya. Anak akan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya.

Misal Ibu melarang anak menonton TV dan menyuruhnya mengerjakan PR. Sementara ayah membela anak dengan dalih menonton tv dapat mengurangi stress. Apabila hal ini terjadi, maka anak akan menganggap ibunya jahat dan ayahnya baik. Sehingga setiap kali ibunya membri perintah, anak akan melawan dengan berlindung di balik pembelaan ayahnya. Dan juga kasus sebaliknya. Baca Juga : Daycare Jakarta Selatan

Untuk itu ibu dan ayah harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Misal : ketika ibu mendidik anak untuk menghormati kakaknya, dan ayah mengatakan “Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara-gara …”.
Idealnya, ayah mendukung pernyataan ibu, “Betul kata ibu, dek. Kakak juga peru kamu sayang dan hormati …”.

Mengajari Anak Mandiri, Sekaligus Membantu Orangtuanya

Anak bisa diajari mandiri dan bisa dimintai bantuannya saat anak mulai berusia sekolah. Misal : Minta anak untuk membatu menyiapkan bekal sekolahnya sendiri, atau minta anak untuk aware terhadap jadwal pelajaran sekolah dan selalu membereskan buku sesuai jadwal pelajaran di sekolah.

Jangan Lupa Me Time

Sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga, pastilah banyak pekerjaan yang akan menyita waktu. Untuk itu kesehatan merupakan hal mutlak yang perlu dijaga. Makan makanan bergizi dan olahraga akan jadi solusinya. Selain itu, santai sendirian sejenak atau me time juga bisa melepas stres untuk meredam emosi.

Bukan hal mudah memang untuk membagi waktu dan melakukan hal-hal di atas. Tapi setidaknya, kiat-kiat efektif membesarkan anak bagi ibu bekerja yang disebutkan di atas, dapat membantu kita untuk menjadi ibu yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *