PRESCHOOL JAKARTA KEMBANGKAN POTENSI ANAK

Sejak dini, orangtua perlu mengenali dan mengembangkan potensi anaknya. Ini terutama ketika sang anak akan memasuki jenjang pendidikan formal. Dengan begitu, maka orangtua dapat mengarahkan anaknya untuk fokus dan memaksimalkan bakatnya. Namun, jika merasa sulit, maka orangtua dapat menggunakan jasa preschool atau pra sekolah. Di sini, anak tidak hanya akan mendapatkan bimbingan untuk belajar akademik tetapi juga kemampuan sosial yang akan meningkatkan potensinya. Nah ada beberapa alasan mengapa anak perlu mengikuti preschool.

Preschool dapat menunjang tumbuh kembang anak

Bagi banyak anak, preschool adalah pengalaman pertama mereka dalam berinteraksi dengan seorang guru dan kelompok anak seusianya. Ini tentu saja akan menjadi kesempatan untuk belajar berbagi, bermain bersama, dan yang paling penting, mulai mengenal sistem pembelajaran sebelum memasuki jenjang yang formal.

Preschool mempersiapkan anak-anak untuk Taman Kanak-kanak (TK)

Seperti diketahui, TK merupakan jenjang pendidikan yang cukup akademis. Oleh karena itu, banyak orangtua menjadikan preschool sebagai persiapan anak agar nantinya bisa beradaptasi dengan baik. Di preschool, anak tidak hanya akan diajarkan materi akademis berupa perhitungan matematika, tetapi juga akan memainkan sejumlah permainan edukatif. Dengan begitu, maka orangtua tidak perlu khawatir buah hatinya hanya terfokus pada pelajaran kelas.

Preschool mendorong pengembangan kemampuan sosial dan emosional anak

Ketika berada di preschool, anak akan menghabiskan sebagian waktunya tidak bersama orangtua. Dengan begitu, maka akan terbangun hubungan saling percaya antara anak dengan orang-orang di luar lingkungan keluarga. Perlu diketahui anak-anak akan berkembang dengan baik jika ada konsistensi dalam interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain, anak-anak belajar keterampilan sosial dan pengendalian diri emosional mereka di preschool. Anak-anak belajar untuk mengelola rasa frustrasi mereka. Para guru akan membiarkan anak memiliki waktunya sendiri dan tahu kapan harus turun tangan.

Lingkungan preschool yang mendukung

Lingkungan preschool yang sangat terstruktur akan membantu anak belajar dan berinteraksi dengan baik bersama orang-orang di sekitarnya. Ini terlihat dari ruang kelas dan alat peraga yang mendorong interaksi sosial, dan meminimalisir terjadinya konflik. Oleh karena itu orang tua perlu memastikan kualitas preschool anaknya.

Anak didorong membuat pilihan

Di preschool, anak-anak memiliki beberapa pilihan kegiatan. Mereka dapat menentukannya sendiri sesuai dengan ketertarikan. Untuk anak-anak yang bingung dengan pilihannya, maka guru akan membimbing dan menyesuaikan kemampuan dan pilihannya. Nantinya guru akan memantau peran anak dalam kelompoknya dan memberikan saran ketika menemui kendala.

Anak-anak belajar mandiri

Rasa percaya diri anak-anak akan tumbuh ketika mereka mampu mengurus diri mereka sendiri. Di preschool, para guru mendorong anak-anak untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri. Misalnya, guru menawarkan siswanya untuk membantu dalam aktivitas kelas, mencuci tangan mereka sebelum makan, menyimpan barang-barang pribadi dalam laci, dan membereskan mainan sebelum beralih ke aktivitas baru. Guru juga mendorong anak untuk memberikan bantuan kepada rekannya. Misalnya, meminta seorang anak menuangkan air untuk membantu anak lainnya yang masih dalam proses sedang belajar.

Preschool meningkatkan kemampuan bahasa

Di preschool, anak akan berada dalam lingkungan yang kaya bahasa. Seperti dikutip dari greatschools.org, di usia antara tiga hingga lima tahun, kosakata anak dapat meningkat dari 900 ke 2.500 kata. Kalimat yang dibuatnya pun akan lebih panjang dan kompleks. Dengan melakukan percakapan dan tanpa mendominasi diskusi, guru membantu anak-anak memperkaya kemampuan bahasa mereka dengan mengajukan pertanyaan dan mengenalkan kosakata baru. Anak-anak kemudian memiliki banyak kesempatan untuk bernyanyi, berbicara tentang kegiatan favorit  mereka dan bercerita di depan kelas.

Membina rasa ingin tahu anak

Dalam kelas, guru akan mengamati, mengajukan pertanyaan dan mendengarkan ide-ide siswanya. Tidak jarang para guru membuat sebuah kegiatan berdasarkan ketertarikan dan rasa ingin tahu anak. Misalnya beraktivitas di luar ruangan untuk menemukan anak siput seperti yang disukai oleh banyak anak. Dengan begitu, maka anak akan lebih memahami lingkungan di sekitarnya.

Preschool membantu mengembangkan keterampilan motorik anak

Dengan fisik yang baik, maka anak dapat mengeksplor lingkungannya dengan optimal. Berbagai kegiatan program dalam preschool memungkinkan anak-anak berolahrga dan bermain game yang aktif seperti merangkai manik-manik dan memotong kertas. Kegiatan ini tentu saja membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak.